Selamat Hari Pohon
“Segarnya hari-hariku,saat pulang
maupun berangkat kesuatu tempat selalu ditemani oleh pohon-pohon besar dan
rindang di pinggir yang dapat membuat suasana hatiku sejuk dan gembira. Segala
tempat bisa untuk bermain, lapangan hijau di pinggir jalanpun dapat ku buat
menjadi tempat bermain.”
Namun semua itu berubah, “segala
suhunya menjadi panas saat kesekolah, bertamasya kekebun binatang, bahkan saat
tidurpun kini menjadi panas. Semakin banyak tingkat kekerasan meningkat, bahkan
lapangan hijau tempat bermainku saat kecil kini berubah menjadi rumah-rumah
kontrakan dan gedung swalayan, tiada tempat lagi untuk bermain bebas,
kesenangan itu bahkan digantikan dengan gadget-gadget dan barang elektronik
lainnya.”
Meski
menjadi buruk memang ini faktanya, dan kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa
bahkan orang tua kita, bahkan ketika cucu kita sampai berbicara seperti ini
“kenapa aku dilahirkan disaat seperti ini” karena tidak ada tempat untuk mereka
bermain bebas.

