Tidak seperti anak perempuan lainnya
ia tidak suka bergaul dan tidak menghias wajah dahulu sebelum ke sekolah
seperti siswi kutu buku yang selalu membaca buku dimana saja hingga ia mendapat
julukan dari anak laki-laki yang ada didalam kelasnya “NIPHA” yang artinya
“NidiaPerempuanHarapan”, meski nama aslinya Stephani margareta nama yang indah
seperti nama orang kaya saat itu.Namun meski begitu ia merupakan murid
kesayangan guru-guru saat itu karna ditiap pelajaran Fisika,Kimia,Biologi,dan
Matematika ia selalu mendapat nilai A+ walau tanpa belajar sekalipun. kesempatan
itu tentu dimanfaatkan oleh teman-teman kelasnya.
Sebelum dimulainya waktu ulangan
kenaikan kelas Kata Rido anak laki-laki gemuk dan jagoan di kelas, “Oi Nipha yang baik hati, jangan lupa bagi-bagi ya
haha.. Awas kamu kalau tidak kasih!”, “hmm,, iyadeh do” sahut Stephani kepada Rido
dengan wajah takut, “Do kalau dapat rezeki sebar-sebarinlah jangan makan
sendiri” kata Iksan anak laki-laki pendek berkulit hitam yang duduk didepan
meja guru, “yee si item ikut-ikutan mau mancing juga, oke san tenang aj sama
gua mah” kata Rido dengan percaya diri.
Kelas pun tiba-tiba riuh saat
mendengar suara sepatu guru matematika yang bernama Pak Kans yang biasa disebut
killer oleh murid-muridnya karna watak mengajarnya yang keras, “waduh ko si
killer sudah dateng nih, jantung saya saranya sampai mau copot nih haha” kata
Panji dengan suara meledek, “iye nih nji kaki saya juga sampai gemeteran haha”
kata Panji, “Yaampun kalian payah banget sih, sama tuh guru aj berisik! Kan di
kelas kita ada Nipha jadi tenang aja..” sahut Rido kepada Eko dan Panji, dan
saat itu pun Pak kansi datang lengkap dengan gaya khasnya dia membawa penggaris
panjang dan buku dipinggangnya sambil menoleh ke murid-muridnya kelas VIII-3 SMP
Bintang Kejora.